Selain Mengepung Istana Presiden, Militer Juga Melakukan Hal ini
Pengepungan istana presiden ini merupakan kelanjutan dari rangkaian demonstransi di Sudan. Tidak hanya dengan mengepung istana presiden, militer Sudan juga menduduki stasiun televisi dan radio milik negara di Omdurman, kota terbesar kedua setelah Sudan.
Diprediksi, militer akan mengeluarkan pengumuman dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, televisi dan radio Sudan memutar lagu-lagu nasional sambil menunggu pengumuman disiarkan.
Adanya pengerahan pasukan besar-besaran di jalanan Khartoum, Ibu Kota Sudan juga tengah dilaporkan oleh saksi mata.
Sadiq Al Mahdi, seorang pemimpin politik Sudan yang menonjol dalam gerakan oposisi, menyerukan komando militer terpilih untuk menegosiasikan transisi menuju demokrasi.
Protes untuk menuntut mundurnya Presiden Sudan Omar al-Bashir telah memasuki hari kelima. Demonstran menyatakan total ada 21 orang tewas sejak hari pertama aksi digelar.
Beberapa negara Barat juga merilis pernyataan yang meminta Bashir untuk mundur. Tidak dijelaskan negara mana saja yang merilis pernyataan tersebut.
Presiden Omar Al-Bashir telah berkuasa sejak 1989 lewat kudeta militer yang dilakukannya. Rakyat Sudan menganggap Bashir telah berkuasa terlalu lama dan bertanggung jawab atas keterpurukan ekonomi di Sudan.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment