Riwayat Hidup Mukhamad Misbakhun

Profil Perjalanan Seorang Mukhamad Misbakhun



Bernama lengkap Mukhamad Misbakhun yang lahir di Pasuruan, Jawa Timur pada tanggal 29 Juli 1970, pada tahun ini beliau genap berusia 48 tahun. Misbakhun tumbuh besar bersama ke-dua orangtuanya dengan lika liku kehidupan di desa, ke-2 orangtuanya bukanlah orang yang berkecukupan namun juga tidak kekurangan. Dari kecil Misbakhun sudah terbiasa menjalankan puasa sunnah yang dilakukannya setiap hari senin dan kamis, Misbakhun menjalankan puasa sunnahnya itu atas saran ayahnya.

Misbakhun memiliki 4 orang anak dari pernikahannya dengan seorang perempuan bernama Eny Sulistijowati. Sejak tahun 2010 Misbakhun dengan 4 orang anaknya dan tentunya dengan istrinya juga pindah dari Pasuruan, Jawa Timur dan sekarang menetap di kota Jakarta.

Misbakhun adalah seorang politisi Indonesia dan juga sebagai seorang pengusaha, terpilih menjadi seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dalam pemilu legislatif pada tahun 2009 dalam periode masa jabatan 2009 – 2014 dari daerah pemilihan Jawa Timur II yang meliputi Probolinggo, Pasuruan, kota Probolinggo dan kota Pasuruan dari Partai Keadilan Sejahtera. Selama menjadi anggota DPR Misbakhun dikenal sangat aktif terhadap kasus bailout Bank Century.

Misbakhun adalah salah satu inisiator penggunaan atas Hak Angket DPR terhadap kasus bailout Bank Century. Ditahun 2011 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan pergantian antar waktu (PAW) keapada Misbakhun agar beliau bisa berkonsentrasi kepada kasus hukum mengenai L/C fiktif bank century yang membelitnya.

Misbakhun juga bisa dikatakan sebagai orang yang berpendidikan, buktinya saja sesudah menempuh jenjang pendidikan menegah atas di SMA Negeri 1 Pasuruan pada tahun 1986, setelah beliau lulus dari SMA tersebut, pada tahun 1988, Misbakhun melanjutkan jenjang sekolahnya lebih tinggi. 

Misbakhun melanjutkan pendidikaannya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada program diploma III perpajakan. Setelah lulus dan berkarir di lingkungan departemen keuangan, Misbakhun melanjutkan lagi penidikannya pada jenjang S1 program ekstensi sarjana fakultas ekonomi Universitas Trisakti Jakarta dan lulus pada tahun 2003.

Setelah Misbakhun lulus dari STAN, beliau bekerja di Departemen Keuangan (Depkeu) Republik Indonesia sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Saat Misbakun bekerja di Departemen Keuangan karirsnya bisa dikatakan cukup berhasil, Misbakhun pernah bekerja di kantor pusat dan diperbantukan di sekretariat Dirjen Pajak. Disebut-sebut dekat dan menjadi orang kepercayaan Dirjen Pajak saat itu yaitu Hadi Poernomo yang saat ini menjadi ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dengan lamanya 15 tahun bekerja sebagai PNS, Misbakhun mengundurkan diri pada tahun 2005 dan lebih memlilih menjadi seorang pengusaha.

Saat masih menjadi PNS Departemen Keuangan pada tahun 2003 Misbakhun mendirikan PT Agar Sehat Makmur Lestari (ASML) yang memproduksi tepung agar-agar di tanah kelahirannya yaitu di Pasuruan, Jawa Timur. Misbakhun mendirikan PT tersebut mengeluarkan biaya investasi sebanyak 8 miliar di atas tanah seluas 1,2 hektar. Lalu pada tahun 2007 Misbakhun membeli PT Selalang Prima Internasional (SPI), yang bergerak dibidang penjualan plastik dari Teguh Boentoro.

Misbakhun mulai masuk ke dunia politik maju sebagai calon ang ota DPR RI pada pemilu legislatif 2009 dari dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Misbakhun calon nomor urut 1 pada daerah pemilihan Jawa Timur II dan lolos menjadi anggota DPR dengan mendapatkan 35.980 suara setelah terjadi sengketa surat suara yang kemudian diputuskan oleh Mahkamah Agung.


masalah apapun dengan PKS. Keputusan ini diambilnya sebagai pilihan politik pribadinya. Misbakhun menyatakan juga bahwa perginya Misbakhun dari PKS dipenuhi rasa persahabatan. Presiden PKS yaitu Anis Matta juga sempat memberikan beberapa pesan kepada Misbakhun.




Sumber : wikipedia.org
                     tirto.id

Comments

Popular posts from this blog

Andi Arief Membuat Tuduhan Tanpa Bukti

Venezuela Kembali Membuka Perbatasan Dengan Kolombia

10 Truk TNI-Polri Dikerahkan Untuk Mengantar Demonstran Pulang